Festival Mata Air 2008
Festival Mata Air 2008 adalah suatu kegiatan budaya tahunan dan kegiatan aktifis lingkungan yang diselenggarakan oleh Tanam untuk Kehidupan (TUK) di Salatiga dari 24 hingga 26 Oktober 2008.
Program tahun ini diselenggarakan di lingkungan Kalimangkak untuk mempromosikan Salatiga di tingkat regional, nasional dan internasional sebagai sebuah kota yang inovatif dan kreatif dengan masalah lingkungan.
Program ini meliputi penampilan kelompok wayang kulit kontemporer Wayang Kampung Sebelah, kelompok perkusi Jakarta Kuno-Kini, pemain rap Malang MC Nova, dan artis Indonesia yang terkenal Sawong Jabo & Franky, dan juga lokakarya, berbagai penampilan dan pameran selama akhir pekan.
Dengan 20 seniman Australia yang terlibat, Festival Mata Air juga merupakan bagian yang penting dalam dialog kebudayaan Australia-Indonesia yang berkelanjutan.
Program magang seniman Australia dan partissipasi dalam Festival Mata Air 2008 didukung oleh Australia-Indonesia Institute sebuah badan bentukan Pemerintah Australia.
Seniman Australia menikmati tarian rakyat bersama masyarakat setempat selama Festival Mata Air 2008 suatu kegiatan budaya tahunan dan kegiatan aktifis lingkungan yang diselenggarakan oleh Tanam untuk Kehidupan (TUK) di Salatiga dari 24 hingga 26 Oktober 2008.

Seniman internasional dan masyarakat setempat bekerja sama dalam Festival Mata Air 2008, suatu kegiatan budaya tahunan dan kegiatan aktifis lingkungan yang diselenggarakan oleh Tanam untuk Kehidupan (TUK) di Salatiga dari 24 hingga 26 Oktober 2008.

Seniman Internasional bermain bersama anak-anak di Salatiga dalam Festival Mata Air 2008 suatu kegiatan budaya tahunan dan kegiatan aktifis lingkungan yang diselenggarakan oleh Tanam untuk Kehidupan (TUK) di Salatiga dari 24 hingga 26 Oktober 2008.
Kolaborasi Tony Yap Company - Palimpsest
IN2OZ dengan senang hati mempromosikan karya dari penari dan koreografer inovatif Australia, Tony Yap, yang bersama kelompoknya akan tampil di Indonesia pada November 2008.
Perkembangan kreativitas
Kelompok Tony Yap terdiri dari koreografer/penari Tony Yap, Komposer/musisi Madeleine Flyynn dan Tim Humprey, dan seniman visual Naomi Ota, menghabiskan beberapa minggu di Munmak, Korea Selatan Desember 2008 untuk mengerjakan perkembangan kreatif dengan Hooyong Performing Arts Centre Resident Company, Theatre Nottle dan penari Indonesia Agung Gunawan dari Paguyuban Seni Surya Kencana. Proyek ini diarahkan oleh Young-Oh Won, dengan penggubah drama Hyun Woo Kim dan para pemain Dae-Gun Kim, So-Young Lim dan Jee-Hyun Lee.
Penampilan di Indonesia
Palimpsest akan tampil di Taman Sari- Istana Permandian, Kraton Yogyakarta, 13 – 14 November 2008 dan di ARKO Theatre di Seoul, Korea 13 – 14 December 2008. Kelompok Tony Yap akan berkolaborasi dengan Agung Gunawan dan seniman dari Paguyuban Seni Surya Kencana untuk penampilan mereka di Indonesia.
Penampilan di Istana Kraton Yogyakarta merupakan inti dari proyek di Indonesia. Agung Gunawan dan para seniman serta staf produksi dari Paguyuban Seni Surya Kencana akan mewadahi baik pemberian ikatan kreatif bagi tamu-tamu internasional dengan tarian tradisional yang berjiwa kebudayaan Jawa dan juga karya seni suara (Agung Gunawan dan Ibu Kadar) untuk penyaringan pendekatan tradisional ke dalam karya teater fisik kontemporer.
Lokasi khusus di Kraton akan menjadi bagian sentral untuk meletakkan pengaruh dari produksi ini – peninggalan kebudayaan yang luar biasa kaya telah menawarkan sumber yang sangat besar untuk kelompok Tony Yap yang sedang berkunjung ini.
Produksi ini sendiri akan mendapatkan keuntungan dari tim lokal yang berpengalaman dalam menampilkan karya tradisional dan kontemporer di Yogyakarta dan telah memberikan gambaran yang lebih jauh untuk tamu internasional karena proses kreatif dalam karya yang dilakukan di tempat spesifik ini terikat secara intim dengan konteks materi lokal.
Kelompok Tony Yap
Seluruh seniman yang ikut berpartisipasi dalam Kelompok Tony Yap memiliki profil internasional yang kuat dalam berkolaborasi, proyek-proyek multi-modal dan keahlian seni rupa mereka yang khusus. Tony Yap saat ini adalah anggota Dewan Tari Australia (Australia Council Dance), dan memiliki sejarah yang panjang dan berkesan dalam tarian kontemporer Australia. Naomi Ota adalah pemahat yang telah terkenal secara internasional yang baru saja memamerkan karyanya di Esplanade Theatres on the Bay, Singapura. Madeleine Flynn dan Tim Humprey juga merupakan pemenang berbagai penghargaan dan seniman yang terkenal di Melbourne dan daerah sekitarnya.
Kelompok Tony Yap dengan bangga disponsori oleh Multicultural Arts Victoria, Australia Council for the Arts dan Arts Victoria.

Taman Sari - Water Palace, Kraton (Royal Palace) Jogyakarta
Program Kerjasama Indonesia Timur - Northern Territory Asialink
2008 merupakan titik kulminasi proyek percobaan Program Kerjasama Indonesia Timur – Northern Territory Asialink (Eastern Indonesia – Northern Territory Partnership program). Dibangun dari keberhasilan sektor Kesenian Pribumi Northern Territory, program ini menggabungkan para pelaku seni untuk bekerja sama dengan masyarakat di komunitas terpencil untuk membangun strategi yang menggiatkan transmisi dari kebudayaan tradisional ke generasi mendatang.
Program ini mencapai puncaknya dalam pembukaan pameran Kebangkitan Ta Teut Amarasi yang sangat
berhasil,13 November, di museum propinsi Nusa Tenggara Timur
(NTT) di Kupang. Koleksi dari tekstil kontemporer dan cetakan
yang berdasar dari kebudayaan tradisional Amarasi, Timur Barat,
sebelumnya telah dipamerkan dan mendapat pengakuan luas di
Darwin Festival di Agustus 2008 dan di Melbourne. Didanai oleh
Ford Foundation Jakarta dan Arts Northern Territory, kerja sama ini mendukung perkenalan dari percetakan yang baru
dan teknik kertas oleh seniman Darwin ke komunitas artistik
tradisional di Baun, Timor Barat yang karyanya merupakan dasar
dari pameran Kebangkitan.