Image of Earth, from space, showing Australia and IndonesiaAII LogoGeografi Austalia
Halaman Utama > Flora dan Fauna Khas Australia > Untuk Guru

BAB 3

Flora dan Fauna Khas Australia  |  Latihan untuk Siswa  |  Untuk Guru

Untuk Guru

Australia dan Indonesia - Keterkaitan Flora dan Fauna

Indonesia luar biasa kaya akan flora dan fauna. Hal ini sebagian disebabkan oleh kenyataan bahwa negeri tersebut terbentang melingkupi tidak hanya satu melainkan dua kawasan geografi kehewanan (zoogeography) yang besar di dunia. Menurut istilah geologi, Indonesia bagian barat, dengan harimau, badak, dan gajahnya, sangat berkaitan dengan bagian-bagian Asia lain, sedangkan Indonesia bagian timur berkaitan dengan Australia.

Pulau Irian (yang mencakup Propinsi Irian Jaya) asalnya adalah semenanjung Australia bagian utara. Bagian tersebut naik ke atas permukaan laut ketika Australia bergeser ke utara ke arah Asia, yang dimulai kira-kira 45 juta tahun yang lalu. Kira-kira 25 juta tahun yang lalu, gerakan besar dalam kerak bumi memungkinkan membanjirnya lautan ke daratan, sehingga memisahkan Australia dari Irian. Sejak itu, hubungan daratan dengan Australia menjadi ber-antara (kadang ada kadang tidak).

Di sebelah barat Irian Jaya, lautnya selalu terlalu dalam untuk memungkinkan adanya kontak daratan yang terus menerus antara Irian dengan bagian lain di Indonesia. Hal ini berarti bahwa Irian pada dasarnya mempunyai fauna dan flora Australia. Di sini tidak ada harimau, badak, gajah dan fauna Asia lainnya meskipun beberapa jenis fauna Asia yang kecil, seperti tikus telah dapat menyeberang, mungkin dengan menumpang pada tumbuh-tumbuhan yang mengapung di laut.

Irian Jaya merupakan tempat bagi beberapa jenis hewan yang asalnya dari Australia. Jenis ini mencakup hewan monotrem seperti echidna (landak), hewan berkantung seperti kanguru dan kuskus, burung seperti kakatua dan burung paradiso, serta hewan melata seperti skink (sejenis kadal) dan penyu berleher di pinggir. Tumbuhan seperti lillipili, pohon eukaliptus dan banyak jenis lainnya, juga merupakan bukti adanya hubungan pada zaman dulu antara Australia dan Irian. Selain itu, ada lagi hubungan yang lebih mencolok. Nun di ketinggian pegunungan Irian Jaya tumbuhlah pohon-pohon yang sangat dekat kaitannya dengan pohon pinus jenis celery-top dan pinus jenis Huon di Tasmania. Pohon-pohon ini hanya hidup di tempat yang paling dingin dan basah. Pada waktu Australia mengering selama 15 juta tahun terakhir, jenis-jenis pohon ini menjadi punah dari daratan Australia, dan sekarang hanya hidup di pulau-pulau sebelah utaranya (Irian) dan sebelah selatannya (Tasmania).

Menurut sejarah, kekayaan Indonesia sebagian bergantung pada perdagangan tumbuhan yang asalnya dari Australia. Cengkih adalah putik bunga dari tumbuhan sejenis lillipili, yakni sejenis pohon yang banyak sekali dijumpai di Australia. Minyak kayu putih dibuat dari pohon paperbark, yakni sebuah jenis lain yang juga sama dengan yang ada di Australia, sedangkan burung cenderawasih atau burung paradiso juga hewan yang asalnya dari Australia, yang dulu pernah menjadi barang dagangan yang laris. Melihat nilainya tersebut, wajarlah jika gambar cengkih dan cenderawasih muncul dalam uang kertas rupiah 20.000-an.

Jenis-jenis fauna dan flora yang sama dengan Australia tidak hanya terbatas di Irian Jaya saja karena di seluruh Kepulauan Maluku, bahkan sampai ke Sulawesi, dijumpai juga jenis-jenis tersebut. Hal ini dulu disebabkan adanya suatu fenomena geologi yang disebut Sesar Sorong.

Sesar Sorong merupakan retakan besar dalam kerak bumi yang diberi nama sesuai dengan nama kota Sorong di Irian Jaya sebelah timur laut. Retakan ini terjadi dari timur ke barat di sepanjang Irian sebelah utara sejauh ratusan kilometer. Selama 40 juta tahun, retakan tersebut telah melepaskan potongan daratan yang luas dari New Guinea sebelah utara. Pulau-pulau yang tercipta melalui kejadian ini bergeser ke arah barat melintasi lautan ke arah Sulawesi.

Bagian-bagian timur Sulawesi (yakni kedua bentuk lengan bagian tengah pulau itu) berasal dari bagian-bagian Irian yang retak dan tergeser oleh Sesar Sorong tersebut. Bahkan hingga sekarang danau-danau di kawasan ini berisi ikan air tawar yang jenisnya sangat dekat dengan jenis di Australia, sedangkan ikan di danau-danau lain di Sulawesi asalnya dari Asia. Ada dua jenis kuskus di Sulawesi, dan burung maleo yang berbusut aneh, serta beberapa jenis hewan dan tumbuhan juga berasal-usul seperti ini. Semua jenis ini asalnya dari Australia-Irian, bertahan hidup jutaan tahun terpisah ketika tempat asalnya menjadi pulau-pulau yang secara perlahan-lahan bergeser ke arah barat menyeberangi Laut Maluku, dan akhirnya bertahan hidup melalui persaingan dengan fauna Asia di tempat lain di Sulawesi ketika pulaunya bertabrakan dengan bagian Sulawesi lainnya.

Kembali ke atas


Halaman Berikutnya: BAB 4: Orang Aborijin Australia
Halaman Sebelumnya: BAB 3: Latihan untuk Siswa